Egy Dipastikan Perkuat Timnas Indonesia di Piala Asia U-19

Suara.com – Bintang timnas Indonesia U-19 Egy Maulana Vikri dipastikan ikut serta di Piala Asia U-19 2018 yang akan berlangsung pada 18 Oktober – 4 November 2018. Egy dipastikan turun membela Garuda Nusantara setelah mendapat izin dari klubnya, Lechia Gdanks.

Menurut Indra Sjafri, pelatih timnas Indonesia U-19, Egy akan ikut serta dalam uji coba Garuda Nusantara kontra Arab Saudi yang akan berlangsung pada 9 Oktober 2018. Egy sendiri dikabarkan akan bertolak dari Polandia ke Indonesia pada 7 Oktober mendatang.

Dengan demikian, Egy sudah pasti tidak turun di turnamen segitiga bentukan PSSI yang dimulai 21 September mendatang. Sebagaimana diketahui, turnamen ini digelar PSSI sebagai bagian persiapan timnas U-19 menghadapi Piala Asia U-19 2018.

“Jadi tanggal 7 Egy berangkat ke sini, kemarin kita sudah menerima suratnya dari Lechia dan kita sepakat Egy bisa bergabung. Tanpa mengurangi kinerja Egy di Lechia, jadi ada beberapa pertandingan yang Egy tidak ikut kaya turnamen,” kata Indra Sjafri di lapangan ABC Senayan, Jakarta, Rabu (19/9/2018).

Pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri ditemui wartawan di sela-sela latihan di PTIK. [Suara.com/Adie Prasetyo]Pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri ditemui wartawan di sela-sela latihan di PTIK. [Suara.com/Adie Prasetyo]

“Memang dia sedang bermain dikompetisi sana jadi tidak bermain di turnamen (segitiga). Tapi yang penting ada progresnya di sana (Lechia Gdanks),” tambahnya.

Mengarungi turnamen segitiga pada 21, 23, 25 September 2018 tanpa Egy, tidak menjadi masalah bagi Indra. Mantan pelatih Bali United itu mengaku lebih mengharapkan kehadiran Egy hadir di uji coba melawan Arab Saudi.

“Fokus saya bukan di uji coba turnamen. Jadi fokus saya nanti mungkin yang uji coba lawan Arab Saudi,” pungkas pelatih asal Sumatera Barat itu.

Di Piala Asia U-19 2018, Indonesia tergabung di Grup A. Pasukan Merah Putih akan menghadapi Uni Emirat Arab, Qatar, dan Taiwan.

Gol Platje Batalkan Kemenangan Barito Putera di Banjarmasin

Suara.com – Barito Putera ditahan tamunya Bali United dengan skor 1-1 pada lanjutan kompetisi Liga 1 di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (18/9/2018).

Barito Putera harus mengubur asa kemenangan setelah gol Douglas Packer pada menit ke-20 disamakan Bali United pada menit ke-41 lewat aksi Antonius Jahannes Melvin Platje.

Gol balasan tersebut bersarang di gawang Barito Putera yang dijaga Aditya Harlan setelah umpan yang disodorkan M Taufik dapat dimanfaatkan Melvin Platje yang lolos dari jebakan offside.

Dengan tenang, Antonius Johannes Melvin Platje memperdaya Aditya Harlan dengan tendangan kaki kanannya ke sudut gawang. Sementara gol Barito Putera dicetak Douglas Packer dari titik penalti.

Meski Barito Putera memasukkan Rizky Rizaldi Pora pada pertengahan babak kedua untuk mempertajam serangan, hingga pertandingan berakhir skor imbang 1-1 tetap bertahan.

Dengan hasil ini, Bali United yang kini mengantongi 36 poin beranjak ke posisi dua klasemen sementara Liga 1. Sementara Barito Putera tertahan di posisi enam dengan 34 poin.

Pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro mengatakan pertandingan timnya dengan Barito Putera berjalan sangat seru. Widodo pun mengakui sulitnya menundukkan Barito di kandangnya sendiri.

“Ini adalah hasil maksimal yang sudah kita dapat, sebab mengalahkan Barito Putera di kandangnya sangat sulit pastinya,” kata dia.

Dia menyatakan, hasil seri dengan Barito Putera cukup memuaskan. Meskipun target sebelumnya mendapat poin penuh.

Sementara itu, pelatih Barito Putera Jacksen Ferreira Tiago menyatakan, pertandingan dengan Bali United ini sangat membuatnya harus menahan kesabaran.

Wasit, menurut dia, tidak berlaku cukup adil pada timnya, bahkan saat menetapkan gol ke gawang timnya yang dinilainya jelas offside.

“Saya tidak pernah berkomentar tentang wasit, tapi kali ini saya anggap sudah keterlaluan,” tuturnya.

Dia mengaku sangat emosional terhadap beberapa keputusan wasit yang merugikan timnya, sebab keputusan-keputusan wasit itu menurunkan semangat dan motivasi para pemainnya.

“Saya nyatakan wasit yang memimpin laga ini sangat tidak adil,” ujarnya. (Antara)

Liga Champions: Siapkah Coutinho Gantikan Peran Iniesta?

Suara.com – Hari yang ditunggu-tunggu Philippe Coutinho segera tiba. Setelah absen berlaga di Liga Champions di setengah musim lalu, Selasa (18/9/2018), pemain asal Brasil itu akan melakoni debutnya bersama Barcelona di kompetisi kasta tertinggi Eropa.

Sebagaimana diketahui, musim lalu Coutinho tidak bisa turun membela Barcelona di Liga Champions. Alasanya, karena nama Coutinho sudah terdaftar di awal musim bersama Liverpool.

Coutinho merapat ke Camp Nou di bursa transfer musim dingin 2017/18. Pada 6 Januari 2018, pemain 26 tahun meneken kontrak berdurasi lima musim dengan nilai transfer 105 juta pound.

Musim lalu, Coutinho turun di 18 pertandingan La Liga bersama Barcelona. Dari 18 pertandingan itu, mantan penggawa Liverpool hanya enam kali bermain penuh di 90 menit pertandingan. Sedangkan sisanya, dua kali sebagai pemain pengganti dan 10 kali digantikan. Delapan gol disumbang Coutinho yang turut mengantar Barcelona menjuarai La Liga.

Gelandang Brasil Philippe Coutinho saat melakukan debutnya bersama Barcelona. LLUIS GENE / AFPGelandang Brasil Philippe Coutinho saat melakukan debutnya bersama Barcelona. LLUIS GENE / AFP

“Saya senang akan melakoni debut bersama Barcelona di Liga Champions setelah musim lalu saya tidak bisa bermain (di Liga Champions),” ujar Coutinho dilansir dari akun barcatimes.

“Ini akan menjadi malam istimewa. Saya sudah tidak sabar.”

“Barcelona selalu berusaha untuk bisa bersaing memperebutkan gelar di semua kompetisi. UCL (Liga Champions) adalah turnamen terbesar dan kami menginginkan hasil bagus.”

“Keinginan memenangkan Liga Champions selalu besar, baik dari kami (pemain) dan fans,” pungkasnya.

Gelandang anyar Barcelona Philippe Coutinho (kiri) masuk menggantikan Andres Iniesta. LLUIS GENE / AFPGelandang anyar Barcelona Philippe Coutinho (kiri) masuk menggantikan Andres Iniesta. LLUIS GENE / AFP

Gantikan Iniesta sebagai pemain ‘cerdas’ di lini tengah

Melakoni debutnya di Liga Champions bersama Barcelona, tugas berat menanti Coutinho. Di laga kontra PSV Eindhoven yang akan digelar di Camp Nou, Coutinho diberi tugas untuk menggantikan peran pemain legendaris Barcelona yang hengkang ke Jepang di akhir musim lalu, Andres Iniesta.

Sebagaimana diprediksi banyak pihak, Barcelona ngotot memboyong Coutinho dari Liverpool karena klub Catalonia itu memang membutuhkan sosok pengganti Iniesta.

Upaya Barcelona sejak akhir musim 2016/17 sempat menemui jalan buntu dengan tiga kali penolakan mentah-mentah Liverpool. Hingga akhirnya di paruh musim 2017/18, Liverpool menyerah dan mengikuti keinginan Coutinho merapat ke Camp Nou.

Di laga debutnya bersama Barcelona pada 25 Januari 2018, Coutinho turun sebagai pengganti Iniesta di menit 68, di perempat final Copa del Rey kontra Espanyol. Di laga-laga berikutnya, Coutinho pun lebih banyak mengisi lini tengah.

Kapten Barcelona Andres Iniesta (tengah) mengangkat trofi juara Copa del Rey setelah mengalahkan Sevilla. LLUIS GENE / AFPKapten Barcelona Andres Iniesta (tengah) mengangkat trofi juara Copa del Rey setelah mengalahkan Sevilla. LLUIS GENE / AFP

Musim ini, dengan perginya Iniesta, maka satu posisi lini tengah diserahkan kepada gelandang tim Samba itu. Bersama Sergio Busquets dan Ivan Rakitic, tugas berat untuk mengalirkan bola ke lini depan dan membuka peluang bagi trio Lionel Messi, Luis Suarez dan Ousmane Dembele berada di pundaknya.

“Iniesta adalah seorang jenius. Penggantinya? Perbandingan seperti ini kompleks. Setiap orang memiliki gaya masing-masing dan saya akan mencoba menjadi diri sendiri,” ujar Coutinho.

“Dibandingkan dengannya saya merasa terhormat, tapi saya akan menjadi diri sendiri.”

“Ketika saya bermain di lini tengah, saya merasa nyaman. Semuannya tergantung pertandingan dan posisi saya berada. Di timnas Brasil, yang terpenting pelatih menempatkan saya di lapangan, dan saya bisa membantu tim,” ujar Coutinho menyiratkan dirinya siap menjadi Iniesta baru Blaugrana.